Jika berbicara tentang keluarga maka yang akan saya bicarakan adalah istri dan anak-anak saya. Istri tercinta adalah perempuan yang saya nikahi pada tahun 2004 silam. Ketika itu masih kuliah semester akhir di Politeknik Kesehatan Yogyakarta atau yang lebih terkenal dengan sebutan Poltekkes Yogyakarta yang berlokasi di daerah Gamping – Sleman, tepat bersebelahan dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Negara (STPN).
- istri mas aji
Tinggal di daerah Pakem Sleman, sekitar KM 17 arah Kaliurang. Berhawa dingin, yup, tentu saja, istri saya saja kalo pulang ke Pakem, barang-barang (lebih tepatnya, peralatan perang ketika tidur) yang dia cari pada saat magrib sudah datang adalah selimut tebal minim 2 pasang, training, sweater, kaos kaki. Idem juga berlaku untuk kedua anak saya.
Nah ini yang lucu, kalo semua sudah berebut selimut dan lain-lain, otomatis saya bakal tidak kebagian jatah penghangat badan, maka dengan sukarela sepanjang malam bakal diserang hawa dingin yang menusuk tulang (kayaknya selalu dan akan selalu seperti itu). Karena ternyata saya sangat menikmati udara sejuk seperti itu, selain karena sepanjang tahun saya berada di daerah panas, maka tidak ada salahnya menikmati kesejukan semua malam dengan tanpa selimut.
Kesejukan itu bisa di analogikan seperti kesejukan di daerah Batu (Kotamadya batu), daerah Malang (Kotamadya Malang, tapi banyak teman yang menyatakan dengan serius kalo kota Malang sekarang berhawa panas, red), Singosari (Kecamatan Singosari – Kab. Malang), Lembang (Kecamatan Lembang – Bandung), Ciater (Kecamatan Ciater – Subang) dan terakhir tentu saja lokasi idola saya, yaitu Kaliurang (Kab. Sleman). Mungkin akan lebih dari itu tapi semua yang saya tulis diatas adalah hasil pengalaman saya sendiri menikmati kesejukan tanpa ada embel-embel “katanya”, “kata sia anu” dan katanya-katanya berhawa surga lainnya.
Yang begitu membekas adalah Singosari dan Lembang, dua Kecamatan itu yang sudah pernah menampung saya lebih dari 4 minggu (Singosari 2,5 bulan; Lembang 25 hari). Pagi begitu dingin, sedang malam dinginnya tak terkira. Sedang yang menjadi idola adalah Kaliurang, yup, Kaliurang is the best.
Jika kita kembalikan lagi ke Pakem, itulah hidup, itulah nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita, semoga kita bias menjadi kesejukan itu sampai anak cucu kita sehingga, buka cerita lagi yang akan ada, tapi anak cucu kita sendirilah yang akan merasakan kesejukan itu.
Sekarang (April 2009, red) anak saya sudah 2 (dua) orang, yang besar a.k.a “mas” berumur 4 tahun (status: playgroup) dan yang kecil a.k.a “adik” umur 2,5 tahun (status: Tempat Penitipan Anak). Keduanya laki-laki, keduanya sama nakalnya, keduanya suka rebutan mainan, keduanya suka dengan pintu kulkas, keduanya keranjingan nonton film kartun format VCD&DVD (Finley – The Fire Engine, Thomas & Friends, Teletubbies, Lagu anak-anak, Tom & Jerry, Go – Diego Go, Dora The Explorer, dll) dan keduanya juga suka berhalusinanasi tentang mobil kijang, mobil panther dan lebih gilanya lagi, truck.
Untuk yang terakhir ini sampai suatu hari ketika browsing menggunakan IM3 dan SE K660i, saya harus merelakan dan meluangkan waktu 30 menit untuk menampilkan gambar mobil kegemaran mereka berdua. Sering berdebat kusir tentang mobil-mobil ini dengan keduanya (padahal sama sekali tidak ada niatan untuk membeli mobil ini) tapi kedua anak saya bahkan sampai indent dimana mereka akan duduk, jika saya membeli mobil ini (suatu doa yang selalu saya amini, semoga suatu hari bisa mewujudkan debat kusir kedua anak saya).
Sekarang ini kami semua masih numpang tinggal dirumah orang, alias masih “mengontrak”, hal yang sudah saya lakukan sejak 5 tahun lalu, sejak menikahi istri saya tercinta, tapi Insya Allah tidak lama lagi kebiasaan numpang di rumah orang ini akan saya tinggalkan karena rumah yang kami idam-idamkan sejak dulu, rumah ukuran 36 sudah selesai dibangun. Tinggal menunggu listrik bisa menerangi terangnya rumah yang berada tepat di tengah-tengah sawah, persis seperti film “little house on the prairy”.
Lokasi kerja saya ada di Probolinggo Jawa Timur dan sepertinya akan selamanya – seterusnya menetap di Probolinggo, karena per tanggal 30 Maret 2009, istri saya tercinta resmi sudah menjadi Pegawai RSUD Dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo dengan NIP sebagai pegawai yang terdaftar di Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebagai Tenaga Perawat melalui saringan ujian CPNS jalur umum (yang bisa saya katakan dengan bangga, bahwa penerimaan CPNS jalur umum Kota Probolinggo, khususnya istri saya, BENAR-BENAR BERSIH, BENAR-BENAR BEBAS KKN, BENAR-BENAR BEBAS TITIPAN). Karena sampai penyerahan berkas selesai pada tanggal 6 April 2009 ini, tidak ada satu rupiahpun saya harus membayar untuk membuat istri saya mulai bekerja tanggal 13 April nanti. Dua Jempol untuk Pemerintah Kota Probolinggo dan dua jempol untuk kepemimpinan H.M Buchori, SH., M.Si.
Itulah sedikit hal yang bisa saya ceritakan mengenai keluarga saya, yang tentu saja sangat membuat saya bahagia dan membuat saya selalu bersyukur kepada Allah karena diberi keluarga yang seperti sekarang ini.








